Surat cinta untuk (calon) ibu mertuaku


Assalamualaikum wr wb
(calon) ibu mertuaku  ijinkan saya memperkenalkan diri
saya adalah seorang wanita biasa dengan kepribadian yang amat biasa dan
 saya dari kalangan keluar yang jauh dari kemewahan duaniawi.
Saya bukanlah UMMI KHODIJAH ra , seorang wanita teramat mulia sepanjang sejarah
Saya bukanlah AISYAH ra seorang wanita yang teramat pintar dalam segala ilmu
Saya bukanlah FATIMAH ra seorang wanita yang terkenal dengan ketabahannya
Dan saya bukan ZULAIKHA seorang wanita yang terkenal dengan kecantikannya
Saya hanyalah seorang wanita akhir zaman dengan ketaqwaan yang biasa,
kepintaran yang sangat biasa apalagi kecantikan saya pun tak layak di perhitungkan .

Wahai ibu mertuaku …..
Sayapun tak sepenuhnya mengerti perasaanmu
namun yang aku tau engkau pasti menginginkan yang terbaik untuk putramu

Wahai ibu mertuaku…..
Saya tau dia putramu  
Yang lahir dari rahim sucimu
Putra kesayanganmu yang sepanjang nafasmu engkau rawat
dengan penuh cinta dan sayang

Wahai ibu mertuaku ….
Saya tau
Betapa Bangga engkau memiliki putra sepertinya
Yang selalu menenangkan hatimu
Tak pernah sedikitpun berfikir untuk mengecewakanmu

Wahai ibu mertuaku ….
Saya telah terpikat dengan indahnya akhlak putramu
Saya telah tertegun dengan iman putramu
Dan saya ingin mengenal dan belajar darimu
yang kuyakini engkau pasti seorang ibu yang luar biasa

Wahai ibu mertuaku ….
Saya pun tau
Betapa engkau cemas dan khawatir
saat putramu menyampaikan keinganannya untuk menyempurnakan agamnya bersamaku

Wahai ibu mertuaku ….
Saya pun tau
Betapa engkau cemburu padaku
Engkau sangat takut kehilangan putra yang mencintaimu
Namun ketahuilah ibu mertuaku ..
Hadirku disini bukan untuk merebut perhatian putramu
Hingga ia berpaling darimu
Bukan pula untuk merampas hatinya dari dekapanmu
ibu mertuaku ..
saya tak mungkin melakukan itu
karena saya tau sampai kapanpun
surga putramu akan selalu berada di bawah kakimu ibu..
kehadiran saya disini hanya untuk memainkan scenario indah
yang telah disiapkan oleh RABBKU,RABBMU dan RABB putramu
untuk itu ibu ijinkan saya memainkan scenario ini dengan niatan beribadah kepadaNYA

Wahai ibu mertuaku ….
Saya ingin menjadi sahabatmu
Agar kita bisa saling mencurahkan kisah
Saya ingin menjadi rekanmu
Agar kita bisa mencintai dan menjaga putramu bersama

Wahai ibu mertuaku ….
Ayahku pernah berpesan kepadaku

“ jika kelak saya sudah menikah dan memiliki ibu mertua maka perlakukan ibu mertuamu
layaknya ibu sendiri karena mertua hanyalah sebuah istilah yang pasti
dia telah menjadi ibu yang harus di taati .”

Wahai calon ibu mertuaku
Saat waktu itu tiba
Saat putramu mengucapkan ijab ke ayahku
Saat itu saya telah siap hidup bersama putramu
Berarti saya telah siap untuk hidup bersamamu ibu mertuaku..
Saya mencintai putramu dan saya harus mencintai ibu dan keluarganya



-          Bulan Fitriadesa –




0 komentar:

Posting Komentar